Rabu, 03 November 2004

Naik Kereta Api tuutt...ttuuuttt..!!!!

Semua anak indonesia mungkin sudah hafal dengan lirik lagu anak-anak ini.


Naik Kereta Api tuut...tuutt...ttuuuttt
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma

Saya sendiri belum pernah naik kereta api dengan percuma alias gratis selama ini, tapi kalau agak-agak bandel dengan bayar cuma 3 ribu rupiah dari semarang sampai jakarta pernah saya lakukan hihihihihi jadi malu. Waktu itu masih berstatus mahasiswa di kota semarang. Awalnya temen kuliah cerita kalau pernah naik kereta api dari semarang sampai jakarta hanya bayar 3 ribu, tentu saja saya nggak percaya. Mana mungkin, kalau gratis saya pernah dengar. Penumpang-penumpang gelap yang naik di border atau perbatasan antar gerbong. Ini memang membahayakan, kalau ketahuan bisa benjol kepala kena getok sama pukulan kasti nya pak polisi.

Singkatnya kami bertiga naik kereta api dari semarang tawang, waktu itu gerbong bisnis masih ada tempat duduk. Kami duduk asal, tapi tentu saja kami bersedia diusir kalau ada yang memiliki tiket claim tempat kami duduk. Perjalanan sampai di pekalongan, ada beberapa petugas kereta yang menanyakan karcis, saya beri 3 ribu yang sudah dilipat-lipat kecil. Temen saya yang mengajari melipat uang ribuan-ribuan kucel tersebut. Katanya ilmu lipatannya harus sesuai, entah benar entah hanya mitos. saya mah ngikut aja.


Dan yang bikin aneh bin ajaib, petugas hanya tanya sampai mana ini saya bilang sampai situ tuh. sambil nunjuk ke depan, asal aja. daripada gak jawab, petugas itu juga mungkin tanya asal aja kali. Tapi kami juga harus kucing-kucingan dengan petugas yang memeriksa tiket, kalau ada petugas kami bertiga harus sembunyi di toilet yang bau nya kayak kandang kuda. Sekali masuk akan pusing sepanjang perjalanan, saking bau pesing nya.

Setelah kerja saya kapok naik kereta api bisnis. Gerbongnya bau, apalagi toiletnya, belum lagi penjual makanan bisa mondar-mandir semalaman. dari gerbong pertama sampai gerbong terakhir dengan membawa barang dagangan yang segambreng di bawa serta. Saya pernah naik kereta api bisnis pada waktu arus balik lebaran dari semarang ke jakarta. Saya sama temen-temen tidak kebagian tempat duduk, dan herannya kami semua mau saja membeli tiket itu. Di dalam gerbong sudah banyak orang yang tidak kebagian tempat duduk, menggelar koran bekas untuk duduk lesehan di kolong tempat duduk maupun di lorong gerbong. Jadi kalau ada pedagang yang mondar-mandir, orang-orang ini akan dilangkahi oleh pedagang asongan baik wanita muda, ibu-ibu, emak-emak, maupun bapak-bapak. Jadi jangan heran kalau sesekali mereka juga kesenggol pantat penjual asongan itu. Tepat dimuka pula...!!

Lain lagi cerita naik Kereta Argo Muria eksekutif dari jakarta ke Semarang, tempat duduknya empuk dan tenang tidak bising. Benar-benar setara dengan uang yang saya keluarkan untuk perjalanan naik kereta ini sejauh kurang lebih 400 km. pelayanan makanan juga mengesankan, enak dan ramah-ramah. Tapi terakhir kali saya naik kereta api dari semarang ke jakarta, makanan compliment di keluarkan agak belakangan, setelah mereka menawarkan makanan yang berbayar. Ada nasi goreng, indomie goreng, minuman dan sebagainya dengan harga yang masuk akal.

Tapi taktik dagang mereka boleh juga, buktinya banyak penumpang yang mulai kelaparan memesan makanan yang mereka tawarkan. Setelah tidak ada penumpang yang membeli makanan mereka, baru lah makanan komplimen kami yang seharusnya dikeluarkan awal-awal tadi, dibagikan ke semua penumpang. Tentu saja makanan ini tak tersentuh, mana mau penumpang makan dua kali kecuali yang kelaparan banget seperti saya. Karena saya tidak mau pesan makanan dari mereka, selama ada yang gratis kenapa saya harus membayar. Ilmu pelit saya kadang bekerja maksimal untuk hal ini.

Lain halnya naik kereta api dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur, saya pilih yang second class tanpa compliment. Tiket saya pesan jauh-jauh hari dari internet, sehingga pada waktu datang ke stasiun kereta, saya hanya menunjukkan hasil print email yang saya terima. Seperti pemesanan tiket airasia. Kereta lumayan bersih, walaupun tidak seperti ekspektasi saya. Saya pikir keretanya akan seperti Kereta eksekutif Argo Muria yang berjok empuk dan berpendingin udara nyes sekali. Kereta Api http://www.ktmb.com.my/ ini jok kursinya agak keras dan walaupun ruangan berpendingin udara, tapi udara nya masih agak panas menurut saya. Toilet juga agak jorok dan bau nggak seperti toilet kelas Argo Muria. Akhirnya saya buka jaket krn gerah walaupun itu tengah malam melewati hutan-hutan, saya pikir akan terasa dingin seperti naik kereta api Argo Muria Eksekutif malam hari yang dinginnya seperti di puncak lembang bandung. Makanan bisa beli di gerbong restorasi, saya pesan burger dan milo cuma RM7 sekian sen, saya salah dengar saya pikir RM70, saya bayar pakai pecahan RM50 mbaknya melotot minta uang kecil. Yah maap mbak, saya kan nggak tahu.

Kalau masalah dingin-dingin pendingin udara, naik kereta api dari Hat Yai Thailand Selatan ke Bangkok di gerbong Sleeper akan sangat menyiksa. Dinginnya sampai kalau ngomong keluar uap. Saya tidak menduga akan dingin sedingin-dinginnya di dalam gerbong sleeper ini. Tempat tidur sebelah yang diisi oleh pasangan bule, yang pria diatas dan yang wanita di tempat tidur bawah juga nampak kedinginan. Apalagi saya yang terbiasa hidup di negeri gerah semacam Indonesia, hujan angin badai pun kadang terasa gerah di jakarta. Selimut yang disediakan tidak mampu mengusir dinginnya pendingin udara gerbong kereta api, semalaman saya menggigil menahan dingin sampai gigi saya gemeretak menahan dingin. Untung gerbong toilet dibelakang udaranya tidak seberapa dingin. Jadinya saya sebentar-sebentar nongkrong ditoilet.

Tidak ada komentar:

Bookmark and Share