Jam masih menunjukkan pukul 8.30 pagi saat taksi saya sampai di Dunkin Donut Plasa Semanggi, lumayan ada croisant dan Hazelnut Latte buat pengganjal Morning Sick. Sampai akhirnya temen-temen berdatangan beberapa menit kemudian. Tujuan kami kali ini adalah menuju Pantai Carita. Mobil yang kami tumpangi benar-benar diberdayakan dengan maksimal. Tercatat ada 8 manusia yang berpostur diatas rata-rata manusia Indonesia yang berjejalan di dalam mobil Xenia. Untung mobil ini cukup tangguh sehingga meskipun begitu mobil ini tetap mampu dipacu dengan kecepatan rata-rata 120km per jam di jalan tol Jakarta-Merak yang banyak lobangnya, secara yang nyetir juga masih ABG, masih doyan nginjek gas lupa nginjek rem. Karena hari itu hari Jum'at maka mobil sengaja ditekan pedal gas nya agak dalam biar bisa sampai di Carita agak siang, syukur-syukur bisa sembahyang jum'at di Mesjid dekat Cottage yang kita booked. Sebenarnya sehari sebelum hari H yang direncanakan, kami masih belum juga booking cottage. Karena rencananya kami memang akan mencari cottage, go-show saja. Jadi sembari makan siang di sana, rencananya kami juga akan langsung datang di cottages tertentu untuk menanyakan availability nya. Tapi dengan pertimbangan ada beberapa teman saya yang akan membawa balita, maka akhirnya kita sepakat booking tempat dulu. Dari sekian banyak cottage yang kita hubungi hanya Mutiara Carita yang mempunyai Cottage yang sesuai dengan kebutuhan kita.
Cottage ini terletak di paling ujung daerah pantai Carita Banten, setelah belokan kantor polisi Carita. Sekitar 6 KM sebelum pusat kota Labuan, Banten. Karena hari itu merupakan liburan long weekend memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 62 tahun, maka jalanan agak padat dengan mobil-mobil pelat Jakarta. Bahkan antrian mobil sudah mengular sejak masuk tempat wisata Anyer dekat mercusuar, menandakan long weekend kali ini banyak warga Jakarta yang mengungsi ke luar Jakarta. Begitu juga Mutiara Carita jadi kebanjiran pengunjung walaupun tidak sepadat Cottage-Cottage di daerah Anyer. Mungkin karena pantai di Carita kebanyakan berbatu karang, maka hanya sedikit warga yang rela menempuh jarak 150km dari Jakarta. Walaupun sebenernya suasana liburan tetap terasa di Carita, khususnya buat keluarga-keluarga yang ingin terbebas dari suasana rutin keseharian di Jakarta.
Jangan anda bayangkan suasana Carita seperti pantai-pantai di Bali dengan segala hiruk pikuk tempat-tempat shopping dan tempat hiburan malam. Tempat-tempat disini hanya menawarkan ketenangan liburan ala keluarga kakek-nenek pensiunan. Duduk santai di Cottage, leyeh-leyeh di kursi malas, baca buku atau ngobrol dengan teman. Kalau anda doyan dugem, anda salah kalo memilih Carita sebagai tujuan akhir pekan.
Saat itu, karena waktu menunjukkan pukul 12 malam kami sepakat pergi ke front office karena kami belum juga bisa tidur, mungkin saja ada hiburan seperti karaoke atau bilyard. Ternyata meja bilyard nya yang ukuran cuma 7 inch saja, temen saya jadi ilfil. "Busyet ini meja Bilyard atau meja Karambol nih, stik sama mejanya panjangan stik nya" gerutu temen saya.
Dari informasi petugas front Office, ada tempat karaoke dan Billyard di sekitaran Lippo Condominium Carita, nama tempatnya GS. Tentu saja kami langsung dengan sukacita meluncur ke TKP, semuanya udah mupeng pengin nyodok bola bilyard. Setelah bermobil melewati beberapa tempat yang gelap dan bersemak-semak, sepi pula, sampai juga di GS, ternyata tutup saudara-saudara!!
Busyet, tempat hiburan jam 12 sudah tutup?? Akhirnya kami balik kanan kembali ke Cottage sambil ngomel-ngomel, ngebayangin kalau di Jakarta tempat hiburan baru buka toko jam 12 malam, macam warung kelontong aja jam 12 udah pada tutup. Kasian deh loe...!!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar