Minggu ini 1 September saya akan pergi lagi ke Anyer, "Hah Anyer lagi, no way lah. I'm not interested in anymore" begitu kata kawan waktu saya ajak ke Anyer lagi. Entah mengapa akhir-akhir ini saya sering suntuk sehingga setiap ada kawan kasak-kusuk mau ngadain acara ke luar kantor saya langsung join tanpa malu-malu. Entah itu temen akrab, temen setengah akrab, malah kadang temen yang cuma kenal-kenal kucing doang juga saya ikutin, secara saya kurang perhatian dan kasih sayang. Ditambah pula status urat kemaluan saya sudah putus alias gak punya malu lagi. Kebetulan anak-anak divisi lain mengadakan acara ke Anyer karena dengar cerita saya yang kadang dengan bumbu-bumbu manis menggoda orang untuk melakukan perjalanan seperti saya. Seksi sibuk pun ditunjuk, seperti biasa rekomendasi-rekomendasi tempat berdatangan dari saya maupun dari temen yang sudah pernah menginap di salah satu villa di Anyer. Ada semacam Do and Don't yang jadi acuan memilih villa.
"Eh jangan menginap di Villa Anu, tempatnya jelek banget, cuma keliatan bagus dari luar doang"
Ada juga yang bilang "Eh villa itu kan gak enak fasilitasnya, masak kolam renang kecil banget, itu kolam renang apa bath-up"
Lebih parah lagi ada yang nyinyir kayak pembawa acara dunia Hantu "Jangan menginap di villa Abrakadabra lho, disana banyak hantunya, temen saya pulang bengong mulu kayak orang bego" plus seribu alasan yang lain menguatkan pendapat dia yang belum tentu benar. Ya iya lah bengong kayak orang bego, lha wong kunci beserta surat-surat mobilnya hanyut disapu ombak waktu main istana pasir.
Sebenarnya vila di anyer dibagi 2 besar dalam hal fasilitas dan harga. Kebanyakan harga sewa vila di seberang jalan yang tidak berbatasan dengan laut akan berbeda sekali dengan harga vila yang berbatasan langsung dengan laut. Apalagi kalau lautnya berpasir putih, walaupun fasilitas vilanya hanya ecek-ecek harga bisa sama dengan harga vila dengan fasilitas lengkap tapi di seberang jalan. Sudah beberapa kali menginap, deretan vila dan hotel atau cottage di deretan Sol elite Marbela yang berpasir putih rata-rata menawarkan harga lebih mahal 1 juta-an dibanding dengan vila di seberang jalan. walaupun secara fasilitas di seberang jalan lebih unggul.
Keunggulan vila dideretan ini, pasirnya putih dan lembut, sehingga mau main di pantai kapanpun bisa. Kalau mau ber romantis-romantisan jalan-jalan malam hari sambil dengar debur ombak kayak film-film jadul tahun 90-an, tinggal keluar villa sudah ketemu pasir laut. Kalau mau pagi-pagi joging di pinggir pantai juga bisa, bangun dari tempat tidur langsung mak gregel kongkow di depan villa sambil memandang mewahnya bangunan Sol elite Marbella juga bisa . Sambil membayangkan liburan di pantai Mediterania karena bentuk bangunan Sol Elite Marbella memang sama persis dengan model bangunan-bangunan di Laut Mediteranian. Cuma bedanya gak ada bule-bule nudist, yang ada ikan julung-julung atau anjing kampung yang mengais-ngais sampah mencari makan. Kalau lagi hoki bahkan bisa ketemu kambing, yes kambing, binatang berjenggot dengan suara sember bin cempreng. Kenapa bisa di pantai pasir putih di Anyer, entah lah mungkin "bapak angkat" nya tidak mengajari mereka duduk manis dikandang sambil ngunyah salad, tapi dibiarkan lepas bebas mencari lalapan di pantai. Ngapain coba kambing ada di pantai......Sigh!!





2 komentar:
hahaha.. sampe setua ini aku belum pernah ke anyer.. kasian ya.. hehehe..
salam djoko...1st time i read ur blog...urghhh...pening lalat dong...hahahha
Posting Komentar