Rabu, 09 Januari 2008

Menanti Sunset terakhir tahun 2007 di Kuta Bali

Tanggal 31 Desember 2007, langit Bali tampak bersahabat, cerah ... biru .. dan hangat. Setelah terpanggang oleh panasnya Matahari Bali sambil muter-muter naik motor dari kawasan Kuta sampai ke kawasan Nusa Dua, kulit terasa pedih karena tidak sempat mengoles sunblock lotion. Panas pada siang itu terasa menyengat ditambah dengan macetnya lalu lintas Bali, terutama di sekitar jalan Kuta Raya atau jalan Pantai yang menuju Pantai Kuta.
Jam 2 siang orang-orang sudah banyak yang menuju kawasan Pantai Kuta sehingga jalanan benar-benar stucked nggak bergerak, hanya motor-motor yang bisa jalan nyempil-nyempil diantara sela-sela mobil. Saya menyesal juga kenapa tidak sewa motor matic, jadi nggak capek mindahin gigi perseneling. Di depan saya, ada seorang cewek turis Jepang yang bawa motor pakai sepatu hak tinggi sibuk tikung sana tikung sini di sela-sela mobil. Gape juga dia bawa motor matic, dan yang bikin ngiri ... tuh cewek boncengin cowoknya. Sementara ceweknya sibuk nyetir dan nyelip-nyelip di antara motor dan mobil panas-panas dibakar Matahari pula, sementara cowoknya duduk dibelakang bawa tas ceweknya sambil baca peta pake topi pula. Wadooohhhh... nyaman sekali posisi cowok itu hehehe. Emansipasi yang seharusnya dilakukan oleh para perempuan Indonesia hahahahaha...

Jam 5 sore, pantai Kuta sudah penuh dengan turis, baik lokal maupun yang interlokal. Baik yang pake baju kemeja lengkap maupun yang cuma pake kolor doang. Pokoknya macem-macem dah tergantung tingkat ukuran kemaluan masing-masing orang. Di laut masih saya lihat banyak yang bermain Surfing ada beberapa yang pakai Surf Board ada juga yang pakai Body Board aja. Saya duduk lesehan di pinggir pantai sambil menunggu teman surfing. Matahari semakin condong ke barat. Warna jingga memenuhi langit dengan campuran warna sinar keemasan yang mengelilingi bulatan matahari berwarna merah. Pantulan sinar di laut berkilauan memacarkan sinar keemasan bercampur putih perak di ombak pasang yang berkejaran. Indah sekali ....

Jam 7 malam, temen-temen sudah kumpul semua. Macet dimana-mana, untung saya sudah di Kuta, kalau belum mungkin saya harus jalan kaki dari Kuta Central Parking seperti kawan-kawan saya yang lain karena jalan ke kawasan Kuta sudah mulai di tutup. Malam itu sepanjang jalan Pantai Kuta penuh dengan manusia. Terompet tahun baru sudah ada dimana-mana. Saya pikir ada semacam panggung untuk memeriahkan suasana malam tahun baru itu, ternyata tidak ada satu event apapun di kawasan pantai itu. Bersama temen saya jalan dari ujung jalan Melasti mencari kafe atau Club yang bisa buat tempat hang-out untuk menyambut Countdown tahun 2008. Karena kebanyakan berpikir dan kebanyakan maunya, hasilnya kafe-kafe dan Club-Club sudah penuh. daripada nanti cuma duduk-duduk makan angin doang di pantai, akhirnya kita makan dulu di Nan-Xiang Resto biar gak masuk anjing eh masuk anging kata orang Bugis.

Sempat nanya ke GRO nya meja buat 3 orang di luar atau di balkon, dia bilang tidak ada. Adanya di dalam, waduh...masak udah di Kuta makannya di dalam. Temen saya sempat nyinyir ngejual nama saya, Maklum mbak orang jakarta bukan cari makanan tapi cari suasana. Cape deh....!! Kami sepakat cari tempat yang lain, temen saya usul di salah satu gerai chain Pizza yang terkenal itu ... Come On Bro...masak Tahun baru di warung Pizza!!! Daripada makan ribet2, akhirnya kita balik kanan ke Nan Xiang lagi, sambil membuang jauh urat kemaluan kami. Mbaknya senyum-senyum...mungkin dalam hati bilang 'Belagu sih tadi aja gak mau, muter sampe kaki loe bengkak juga gak bakal nemu tempat kosong'

Ternyata tempat meja kami tepat di pinggir jendela kaca yang bisa dilipat, model garasi gitu. Jadi suasana pantai masih berasa karena kami bebas memandang view Jalan Pantai Kuta yang penuh lalu-lalang orang. Store Manager Resto ini yang seorang warga negara Malaysia cukup bersahabat dan ramah, dia menyapa semua tamu sambil menanyakan gimana makanannya. Kami manggut-manggut karena kami sebenernya nggak terlalu interest dengan makanannya, hanya pengin suasana malam tahun baru aja. Kami menanyakan event yang asyik-asyik di resto malam ini, dia bilang akan ada surprise malam ini. Doohhh ... jadi gak sabar pengin liat surprise, jangan-jangan ada sexy dancer di Chinnese resto yang kalau di jakarta suasannya Resmi banget.

Malam semakin larut, jendela kaca yang tadinya ditutup pun sudah dibuka lebar-lebar. Angin yang mula-mula malu-malu bertiup, jadi semakin kencang bersiul. Tadinya kami underestimate dengan tempat ini, hareee geneee tahun baruan di restoran cina. Kayak Om-om dan Tante-tante aja neh .... tapi menjelang Countdown tiba-tiba angin pantai bertipu kenceng, hujan pun mulai turun. Kami bersyukur, ternyata pilihan kami nggak salah. Akhirnya kami pesen minum lagi, kami mantapkan pilihan kalau malam tahun baru ini bakal kami habiskan di NanXiang Resto Kuta Bali. House music yang tadinya diputer agak nanggung akhirnya semakin dinaikkan volume nya. DJ nya juga diganti dengan DJ cabutan entah dari mana, musik berdentum-dentum serasa di Club, walaupun valumenya kurang nendang di kuping. Tamu-tamu sudah pada turun dansa, di tempat yang tadi tadinya berisi kursidan meja di depan Open Kitchen nya. Agak janggal memang, tapi kami nggak ada pilihan lain. Enjoy aja ... nasi sudah menjadi bubur tinggal ditambahin ayam, kacang dan krupuk jadilah bubur ayam hahahaha filosofi yang bagus bukan, artinya tak perlu menyesal.

Tiba-tiba dibalik Open Kitchen keluarlah wanita-wanita muda nan cantik memegang semacam tongkat bercabang-cabang menari dan berlenggak lenggok. Busana wanita-wanita ini cukup irit, hanya sepasang celana dalam yang didouble dan atasan model burung pinguin yang dipotong-potong gak jelas, asal bisa menutup atasannya. Ahaaaa... rupanya ini yang merupakan surprise yang dikatakan Store Manager resto ini. Musik semakin berdentum, kerumunan orang diluar pagar resto semakin banyak, tingkat hunian meja pun langsung penuh. Namun angin semakin tidak bersahabat, bertiup kencang banget dan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. sekali lagi kami bersyukur karena kami pesan meja ini. Kami serasa tamu VIP yang tidak terkena air hujan sementara di jalanan orang sudah kocar-kacir mencari tempat berteduh. Saat countdown, hujan masih turun musik semakin kencang.

Meja-meja di luar sudah diangkat dipinggirin, sekarang berubah menjadi lantai dansa. Semua turun berjoget, sementara hujan semakin deras dan musik juga tetap berdentum. Setiap hujan berubah deras, orang bersorak dan bertepuk tangan. Demi melihat keceriaan ini saya tidak mau ketinggalan, saya ikut dalam kerumunan massa yang semakin beringas berjoget. Bir dibuka, dikocok dan disiramkan ke kerumunan, sorak-sorai makin menjadi-jadi musik makin seru ditambah hujan tidak berhenti turun. Karena udara semakin dingin, banyak yang mulai buka baju tapi joget tetep jalan terus. Bahkan banyak juga turis-turis mabok yang gaya pada mau buka celana ... Eeeetttttt dah!!! Malah ada yang french kiss under the rain yang dikelilingi dan disorakin. Mungkin french kiss pertama dia di tahun 2008..!!

Jam 3 pagi, kawasan kuta sudah mulai sepi pengunjung. Jalanan tergenang sana sini, sampah plastik berceceran. Botol bir bergeletakan mostly Bintang ... sisa-sisa peradaban tahun 2007. Di jalan saya ketemu dengan serombongan ABG mabuk yang menyalami semua orang 'Happy New Year Man!!' baik itu kepada cowok maupun cewek. Mungkin dia ngitung kalau dapat 100 orang dia dapat poin awal tahun baru 2008 hahahaha...

Happy New Year Man...!!!!!

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Djok pret, uang taksi mana nih.. ouy.., gw udah keabisan bekel hidup nih...

Anonim mengatakan...

WELECH JEBULE PINTER NULIS JUGA YAAAK BRAVO

Bookmark and Share